, , ,

Menkeu Purbaya: BBM Bersubsidi Berpotensi Naik Jika APBN Tak Kuat Menahan Lonjakan Minyak

oleh -90 Dilihat
oleh

Majalah Banten – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi mengalami kenaikan apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mampu menahan lonjakan harga minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk peringatan terkait dinamika pasar energi global yang terus mengalami fluktuasi. Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara menjaga stabilitas harga di dalam negeri dan kemampuan fiskal negara.

Lonjakan Harga Minyak Jadi Faktor Utama

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak dunia sangat memengaruhi besaran subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah. Ketika harga minyak global meningkat tajam, beban subsidi yang harus dikeluarkan oleh negara juga ikut bertambah.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung dan tekanan terhadap APBN semakin besar, maka penyesuaian harga BBM bersubsidi menjadi salah satu opsi kebijakan yang bisa dipertimbangkan pemerintah.

“Kita harus melihat kemampuan APBN. Kalau harga minyak dunia naik terus dan subsidi semakin besar, tentu ada batas kemampuan negara untuk menahannya,” ujarnya.

BBM Bersubsidi
BBM Bersubsidi

Baca juga: Kapolda Banten Tinjau Kesiapan Pelabuhan BBJ Hadapi Arus Mudik 2026

Pemerintah Upayakan Stabilitas Harga

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tidak terlalu membebani masyarakat. Kebijakan subsidi energi selama ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan subsidi energi dapat tepat sasaran sehingga benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

Tekanan terhadap APBN

Lonjakan harga energi global dapat memberikan tekanan besar terhadap anggaran negara. Ketika subsidi meningkat, pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk menutup selisih antara harga pasar dan harga yang dibayar masyarakat.

Hal ini berpotensi memengaruhi ruang fiskal pemerintah dalam membiayai program pembangunan lainnya, seperti infrastruktur, pendidikan, hingga program perlindungan sosial.

Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi fiskal negara sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan energi.

Evaluasi Kebijakan Energi

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan subsidi energi agar tetap berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, upaya diversifikasi energi serta pengembangan energi alternatif juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.