Mewujudkan Kodam Banten: Kebanggaan Daerah, Penguatan Pertahanan Nasional, dan Puncak Karier Putra Jawara
Majalah Banten– Langkah strategis dan bersejarah diumumkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Dengan penuh keyakinan, ia mendeklarasikan dukungan penuh terhadap wacana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) independen untuk Provinsi Banten. Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah visi yang dibangun di atas fondasi yang kokoh: potensi pertahanan yang vital dan yang terpenting, banyaknya jenderal dan perwira tinggi asli Banten yang telah membuktikan kapasitasnya di jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Dukungan ini disampaikan Gubernur Andra Soni di Pendopo Gubernur, Serang, pada Selasa (23/9/2025), saat menerima kunjungan kehormatan Komandan Grup 1 Kopassus, Brigadir Jenderal TNI Raden Nashrul Fathurrohman. Pertemuan yang akrab tersebut justru menjadi panggung bagi sebuah pengumuman besar yang telah lama dinantikan banyak kalangan, terutama para putra daerah yang mengabdi di TNI.
Dari Bayang-bayang Siliwangi Menuju Kemandirian Komando
Selama ini, pertahanan dan keamanan darat di Banten berada di bawah komando Kodam III/Siliwangi yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Meski telah berjalan puluhan tahun, dinamika dan tantangan keamanan Banten yang unik dirasa memerlukan penanganan yang lebih fokus dan berdiri sendiri. Pembentukan Kodam Banten akan menjadi simbol kemandirian dan kematangan daerah ini dalam mengelola aspek strategis pertahanannya.
“Ini adalah langkah logis dan strategis,” tegas Andra Soni. “Banten berpotensi memiliki Panglima Kodam (Pangdam) sendiri, tidak lagi menginduk. Hal ini penting untuk memperkuat sektor pertahanan kita secara signifikan dan membuka lebih banyak kesempatan pengabdian bagi putra-putri terbaik asli Banten.”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359371/original/062495200_1758641347-Screenshot_2025-09-23_221514.jpg)
Baca Juga: Korea Siap Jadi Saksi Aksi Hebat Ginting dan Kawan-Kawan di Korea Open 2025
Langkah ini juga sejalan dengan perkembangan geopolitik dan geoekonomi Indonesia, di mana Banten memegang peran krusial sebagai pintu gerbang utama perdagangan melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Merak, serta jalur logistik nasional yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Fakta Menarik: Banten, Lumbung Jenderal dan Perwira Tinggi TNI AD
Argumen terkuat yang diangkat Gubernur Andra Soni bukanlah sekadar permintaan, tetapi sebuah demonstrasi fakta. Banten telah lama menjadi lumbung bagi pemimpin-pemimpin militer berkaliber nasional.
“Kita itu banyak tokoh asli Banten yang sekarang mempunyai posisi strategis di TNI AD,” ujar Andra Soni dengan bangga. “Sehingga, dipastikan kita tidak kekurangan putra asli daerah.”
Beberapa nama yang disebutkan dan telah menjadi bukti nyata kapasitas SDM militer Banten antara lain:
-
Mayjen TNI Kosasih, yang saat ini menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi—posisi yang justru membawahi Banten saat ini. Ini membuktikan bahwa putra Banten mampu memimpin komando daerah militer yang besar.
-
Kolonel Inf Catur Sutoyo, yang menduduki posisi penting sebagai Asisten Personil (Aspers) Kasdam III/Siliwangi.
-
Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurrohman, putra asli Pandeglang yang kini memimpin pasukan elit Grup 1/Kopassus.
Keberadaan mereka bukanlah kebetulan. Kultur “Jawara” Banten yang identik dengan keteguhan, keberanian, dan kesetiaan, telah melahirkan karakter-karakter tangguh yang cocok dengan nilai-nilai keprajuritan. Pembentukan Kodam Banten akan menjadi wadah yang tepat bagi para jenderal dan perwira lainnya untuk mengabdi langsung di tanah kelahirannya, memacu motivasi dan rasa tanggung jawab yang lebih besar.
Sinergi Pemda-TNI: Kunci Menghadapi Tantangan Strategis
Pembentukan Kodam tidak hanya soal struktur militer, tetapi juga tentang sinergi yang erat dengan Pemerintah Daerah. Gubernur Andra Soni menekankan bahwa kerja sama ini krusial untuk menghadapi tantangan kompleks di masa depan.
“Sinergisitas antara pemerintah daerah dan TNI adalah kunci,” ujarnya. Tantangan tersebut termasuk:
-
Keamanan Selat Sunda: Sebagai jalur pelayaran vital nasional dan internasional, keamanan Selat Sunda dari ancaman teroris, bajak laut, dan penyelundupan mutlak diperlukan.
-
Pengamanan Infrastruktur Strategis: Banten menjadi rumah bagi pembangkit listrik, kawasan industri, dan jalur logistik nasional yang menjadi urat nadi perekonomian Indonesia.
-
Penanganan Bencana: Sebagai daerah yang rawan bencana seperti banjir dan gempa, kehadiran komando militer yang solid akan mempercepat respons dan penanganan darurat.
Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurrohman, dalam kunjungannya, membenarkan pentingnya kemitraan strategis ini. “Tentu Pemda adalah mitra strategis kami dalam menyukseskan berbagai program yang akan dijalankan,” katanya. Ia juga menegaskan komitmen emosionalnya kepada Banten, meski lahir di Bandung. “Orang tua saya keduanya asli dari Pandeglang. Masa kecil saya sempat dihabiskan di Pandeglang. Jabatan ini adalah pengabdian kepada negara dan juga tanah kelahiran.”
Implikasi dan Harapan ke Depan
Dukungan Gubernur Andra Soni ini adalah langkah pertama yang powerful. Selanjutnya, proses pembentukan Kodam memerlukan pembahasan mendalam di jajaran teratas TNI AD dan Kementerian Pertahanan, serta persetujuan dari Presiden. Namun, dengan argumen yang kuat berupa potensi SDM dan urgensi geostrategis, wacana ini memiliki momentum yang tepat.
Pembentukan Kodam Banten akan membawa dampak positif yang luas:
-
Efisiensi Komando dan Kendali: Proses pengambilan keputusan operasional militer akan lebih cepat dan tepat karena markas komando berada di dalam wilayah itu sendiri.
-
Kebanggaan Daerah: Memiliki Kodam adalah simbol kedaulatan dan kematangan sebuah daerah, yang akan memupuk rasa kebanggaan dan nasionalisme masyarakat Banten.
-
Pendorong Karier Militer: Hadirnya Kodam baru akan membuka lapangan karier yang lebih luas bagi pemuda Banten yang ingin berkarir di TNI AD, menciptakan siklus regenerasi kepemimpinan militer dari daerah.
-
Pemerataan Pembangunan Pertahanan: Pembangunan infrastruktur dan penempatan sumber daya militer akan lebih terfokus untuk mengamankan wilayah Banten.
Dukungan penuh Gubernur Andra Soni dan dibackup oleh fakta banyaknya jenderal asli Banten telah meletakkan batu pertama bagi terwujudnya Kodam Banten. Ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah cita-cita kolektif yang sedang diperjuangkan, mengukir sejarah baru dimana para “Jawara” modern siap memegang komando di tanahnya sendiri untuk membela Negara.





