SMAN 1 Cimarga Berbinar: Menyambut Komnas PA dengan Tawa dan Semangat Perlindungan Anak
Majalah Banten– Halaman SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, yang biasanya dipenuhi dengan ritme belajar yang tenang, pada Jumat, 24 Oktober 2025, justru diwarnai dengan gelak tawa, tepuk tangan riuh, dan semangat kebersamaan yang hangat. Sekolah tersebut mendapat kehormatan untuk menyambut kunjungan istimewa dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Lebak bersama Komnas PA Provinsi Banten. Namun, yang membuat hari ini berbeda bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah festival edukasi yang menghadirkan suasana ceria, penuh warna, dan penuh makna.
Kedatangan tim Komnas PA bukan sebagai inspektur yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat dan mitra bagi para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Agenda mereka jelas dan mulia: memperkuat pondasi perlindungan anak di lingkungan pendidikan dan menanamkan kesadaran mendalam tentang hak-hak anak serta pentingnya pencegahan kekerasan.
Sambutan Hangat di Awal Kunjungan
Rombongan Komnas PA, dipimpin langsung oleh Ketua Komnas PA Kabupaten Lebak, Dr. Siska, disambut dengan performa seni yang memukau dari siswa-siswi SMAN 1 Cimarga. Tarian tradisional dan nyanyian persembahan siswa menghiasi awal acara, mencairkan suasana dan langsung menunjukkan karakter sekolah yang menghargai ekspresi dan kreativitas anak. Senyum lebar dan sambutan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang memadai lapangan sekolah menjadi bukti nyata antusiasme yang menggebu.
Dialog Interaktif: Dari Hati ke Hati tentang Sekolah yang Aman
Inti dari kunjungan ini adalah sesi dialog terbuka yang berlangsung tidak kaku, justru sangat cair dan interaktif. Dr. Siska, dengan gaya komunikasinya yang santap dan mudah dicerna, memandu diskusi tentang pentingnya menciptakan “sekolah impian”: sebuah ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun perundungan (bullying).

Baca Juga: Akses Keadilan untuk Semua: Kemenkumham Banten Kejar Pembentukan Posbakum di Seluruh Desa Pandeglang
“Siapa di sini yang pernah merasa tidak nyaman atau sedih di sekolah?” tanya Dr. Siska membuka sesi. Pertanyaan reflektif ini dijawab dengan kejujuran beberapa siswa yang berbagi pengalaman kecil mereka. Dari situlah, dialog berkembang. Para siswa diajak untuk aktif mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku yang bisa membuat temannya tersakiti, bahkan yang sering dianggap sepele seperti ejekan, pengucilan, atau candaan yang berlebihan.
Tim Komnas PA tidak menggurui. Mereka menggunakan metode cerita, permainan peran (role-play), dan tanya jawab berhadiah yang membuat siswa bersemangat untuk mengacungkan tangan. Suasana ceria tercipta ketika para siswa berlomba-lomba menyampaikan pendapat mereka tentang bagaimana seharusnya teman saling memperlakukan, dan apa yang mereka harapkan dari guru dan sekolah.
Apresiasi dan Komitmen Bersama
Dalam sambutannya, Dr. Siska menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran SMAN 1 Cimarga. “Kami melihat komitmen yang sangat kuat dari Bapak dan Ibu Guru, serta pihak sekolah dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi peserta didik. Ini adalah fondasi yang sangat penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan emosional,” ujarnya di hadapan para siswa dan guru.
Dia menekankan bahwa kunjungan ini adalah sebuah momentum penting. “Ini bukan tentang mencari kesalahan, tetapi tentang memperkuat sinergi. Sinergi antara sekolah, orang tua di rumah, dan kami di lembaga perlindungan anak. Kita adalah satu tim yang punya tujuan sama: memastikan setiap anak merasa aman, terlindungi, dan bahagia saat menuntut ilmu,” tegas Dr. Siska.
Pernyataan yang paling berkesan dan disambut tepuk tangan meriah adalah ketika dia menegaskan, “Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang mendidik, bukan menakutkan. Kami ingin semua warga sekolah, dari siswa, guru, hingga staf, semuanya bahagia!”





